suatu saat nanti
suatu saat nanti, aku hanya merasa dan meyakini bahwa dunia akan bersamaku. iya, suatu saat nanti.
sampai saat itu tiba, aku belajar dan mempersiapkan diriku untuk menyambutnya.
aku juga belajar untuk menyamakan lebar langkah kami,
supaya nanti, ketika dunia bersamaku dan aku tidak perlu melongok jauh ke depan untuk memandangnya, cukup menengok ke sampingku, langkah kami bisa bersejajar bersamaan untuk beberapa saat yang lebih lama.