kangen

dari balik telepon genggamku, kudengar lembut detak jantungmu.

pelan dan pasti, deg…deg…deg…memanggilku.

aku angkat, lalu desir halus sapaan tegasmu mengalun,

pelan, merambat, menyusup, mengalir di setiap aliran darahku,

hanya untuk berseru, “mas kangen adik.”