cintaku jauh di pulau - chairil anwar
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri.
Perahu melancar, bulan memancar,
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
…
(Cintaku jauh di pulau, Chairil Anwar -1946)
~~
panas matahari membakar, di balik jendela ini.
mengingatkan atas banyak hal yang harus aku tuntaskan hari ini.
ayo, ayo, bersegeralah.
sambil mengingatmu, aku mengedit laporan proyek ini
laporan yang penuh bahasa planet bagiku
aku belajar hal baru, bersuka cita sambil mengingatmu.
sambil mengingatmu, aku menulis ini dan tersenyum-senyum ketika seorang teman kuliah mengingatkan hal-hal konyol di kotak kecil obrolan kami.
sambil mengingatmu, aku menahan rindu. mencoba menghitung hari dan membohongi diri bahwa akhir minggu tidak lama lagi.
di luar matahari terhalang awan, panasnya teredam & aku mengingatmu
bertanya-tanya sedang apa dirimu di sana.
teringat atas legenda Taj Mahal,
yang adalah monumen cinta sang raja kepada permaisuri tercintanya.
haha! konyol rasanya jika aku berharap hal yang sama
satu istana emas sebagai bukti cinta mas kepadaku
lalu kupikir, tidak sepenuhnya konyol. satu monumen cinta berupa istana, meskipun terbuat dari kartu.
cintaku jauh di sana, gadis manis sekarang iseng sendiri.
ya, itulah aku.